Pages

Thursday, April 5, 2012

Desain Filter Harmonisa (Part 1)


Tujuan utama dari filter harmonisa adalah untuk mengurangi amplitudo satu atau lebih frekuensi tertentu dari sebuah tegangan atau arus. Dalam sistem yang terdapat konverter, harmonisa arus biasanya dicegah memasuki sistem yang lain dengan menyediakan jalur yang rendah impedansinya pada frekuensi-frekuensi harmonisa. Kombinasi filter seri dan shunt dapat didesain untuk meminimalisasi arus dan tegangan harmonisa dalam sistem ac. Dengan penambahan filter harmonisa pada suatu sistem tenaga listrik yang mengandung sumber-sumber harmonisa, maka penyebaran arus harmonisa ke seluruh jaringan dapat ditekan sekecil mungkin. Selain itu filter harmonisa pada frekuensi fundamental dapat mengkompensasi daya reaktif dan dipergunakan untuk memperbaiki faktor daya sistem.
Secara umum filter harmonisa dapat dibedakan dalam tiga jenis :
a.       Filter dengan penalaan tunggal (Single Tuned Shunt Filter)
b.       Filter dengan penalaan ganda (Double Tuned Filter)
c.   High Pass Damp Filter Type
Pemasangan Filter Harmonisa pada suatu sistem tenaga Listrik


Permasalahan Faktor Daya dan Harmonis (Part 5 : Pengaruh Pada Kapasitor Bank dan Rele Pengaman)

Pengaruh Pada Kapasitor Bank
Adanya distorsi tegangan mengakibatkan rugi daya tambahan pada kapasitor bank sebesar



dengan tan d = R/(1/wC) adalah faktor rugi, wn=2pfn dan Vn adalah tegangan rms pada harmonisa ke-n.
Daya reaktif total, termasuk daya fundamental dan harmonisa sebesar :
Dari persamaan diatas maka dapat disimpulkan bahwa daya reaktif total kapasitor tidak boleh melampaui rating daya reaktifnya.

Permasalahan Faktor Daya dan Harmonis (Part 4 : Pengaruh pada Sistem Transmisi dan Trafo)

Pengaruh Pada Sistem Transmisi
            Aliran arus harmonisa menghasilkan dua pengaruh utama. Pertama adalah menambah rugi transmisi yang disebabkan oleh meningkatnya nilai rms gelombang arus yaitu:
 dimana In adalah arus harmonisa ke-n dan Rn resistansi sistem pada harmonisa ke-n

Permasalahan Faktor Daya dan Harmonis (Part 3 : Pengaruh pada Mesin Berputar)

          Tegangan atau arus harmonisa menambah rugi pada belitan stator, rangkaian rotor, dan laminasi pada stator dan rotor. Rugi-rugi pada konduktor stator dan rotor lebih besar daripada rugi-rugi yang disebabkan resistansi DC karena arus Eddy atau efek kulit (Skin effect).

Permasalahan faktor daya dan Harmonisa (Part 2 : Resonansi)

Resonansi
 Kehadiran kapasitor yang digunakan untuk memperbaiki faktor daya dapat menyebabkan timbulnya resonansi sistem lokal yang diikuti dengan naiknya arus yang sangat besar yang merugikan kapasitor itu sendiri. Dalam hal ini ada dua buah resonansi sistem, yaitu resonansi pararel dan resonansi seri.

Permasalahan Faktor Daya dan Harmonis (Part 1)

Beban-beban listrik seperti motor induksi, trafo daya, dan beban konverter lain menarik arus magnetisasi dari jaringan sistem tenaga listrik sehingga mengakibatkan berkurangnya faktor daya dan membutuhkan daya reaktif yang relatif besar. Hal ini akan sangat merugikan, antara lain :

Wednesday, June 8, 2011

Overhead Groundwire, Perlindungan Transmisi Tenaga Listrik dari Sambaran Petir


Petir Menyambar saluran Transmisi
Petir merupakan kejadian alam di mana terjadi loncatan muatan listrik antara awan dengan bumi. Loncatan muatan listrik tersebut diawali dengan mengumpulnya uap air di dalam awan. Ketinggian antara permukaan atas dan permukaan bawah pada awan dapat mencapai jarak sekitar 8 km dengan temperatur bagian bawah sekitar 60 oF dan temperatur bagian atas sekitar - 60 oF. Akibatnya, di dalam awan tersebut akan terjadi kristal-kristal es. Karena di dalam awan terdapat angin ke segala arah, maka kristal-kristal es tersebut akan saling bertumbukan dan bergesekan sehingga terpisahkan antara muatan positif dan muatan negatif.

Thermal Over Load Relay


Thermal Over Load Relay
Thermal Over Load Relay (TOLR) adalah suatu pengaman beban lebih menurut PUIL 2000 bagian 5.5.4.1 yaitu proteksi beban lebih (arus lebih) dimaksudkan untuk melindungi motor dan perlengkapan kendali motor, terhadap pemanasan berlebihan sebagai akibat beban lebih atau sebagai akibat motor tak dapat diasut.

Relay ini dihubungkan dengan kontaktor pada kontak utama 2, 4, 6 sebelum ke beban (motor listrik). Gunanya untuk mengamankan motor listrik atau memberi perlindungan kepada motor listrik dari kerusakan akibat beban lebih.

Instalasi Penerangan: Teori Dasar Pencahayaan

Instalasi Penerangan Ruangan
Sejak dimulainya peradaban, manusia menciptakan cahaya hanya dari api, walaupun lebih banyak sumber panasnya daripada cahaya yang dihasilkan. Di abad ke 21 ini kita masih menggunakan prinsip yang sama dalam menghasilkan panas dan cahaya, salahsatunya adalah melalui lampu pijar.

Hanya dalam beberapa dekade terakhir produk-produk penerangan menjadi lebih canggih dan beraneka ragam. Perkiraan menunjukan bahwa pemakaian energi oleh penerangan adalah 20 - 45% untuk pemakaian energi total oleh bangunan komersial dan sekitar 3 - 10% untuk pemakaian energi total oleh industri.

Monday, June 6, 2011

Prospek Penggunaan Transmisi HVDC Dengan Kabel Laut di Indonesia

HVDC Cable
Pusat-pusat pembangkit tenaga listrik terutama yang menggunakan tenaga air, biasanya terletak jauh dari pusat-pusat beban. Dengan demikian, tenaga listrik yang telah dibangkitkan harus disalurkan melalui saluran-saluran transmisi. Saluran-saluran ini membawa tenaga listrik dari pusat pembangkit ke pusat-pusat beban baik langsung maupun melalui gardu-gardu induk dan gardu-gardu rele. Saluran transmisi yang dapat digunakan adalah saluran udara atau saluran bawah tanah.  Menurut jenis arus yang dapat dibangkitkan yaitu sistem arus bolak balik (AC atau  alternating current) dan sistem arus searah (DC atau  direct current). 

Thursday, June 2, 2011

Circuit Breaker (CB)

Pengertian CB atau PMT
Circuit Breaker atau Sakelar Pemutus Tenaga (PMT) adalah suatu peralatan pemutus rangkaian listrik pada suatu sistem tenaga listrik, yang mampu untuk membuka dan menutup rangkaian listrik pada semua kondisi, termasuk arus hubung singkat, sesuai dengan ratingnya. Juga pada kondisi tegangan yang normal ataupun tidak normal.

Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh suatu PMT agar dapat melakukan hal-hal diatas, adalah sebagai berikut: 


Tuesday, May 31, 2011

Tap Changer pada Trafo

Tap changer adalah alat perubah perbandingan transformasi untuk mendapatkan tegangan operasi sekunder yang lebih baik (diinginkan) dari tegangan jaringan / primer yang berubah-ubah.

Untuk memenuhi kualitas tegangan pelayanan sesuai kebutuhan konsumen (PLN Distribusi), tegangan keluaran (sekunder) transformator harus dapat dirubah sesuai keinginan. Untuk memenuhi hal tersebut, maka pada salah satu atau pada kedua sisi belitan transformator dibuat tap (penyadap) untuk merubah perbandingan transformasi (rasio) trafo.

Saturday, May 21, 2011

Menara Transmisi (Transmission Tower) Tenaga Listrik

Tower Transmisi
Pada suatu “Sistem Tenaga Listrik”, energi listrik yang dibangkitkan dari pusat pembangkit listrik ditransmisikan ke pusat-pusat pengatur beban melalui suatu saluran transmisi, saluran transmisi tersebut dapat berupa saluran udara atau saluran bawah tanah, namun pada umumnya berupa saluran udara. Energi listrik yang disalurkan lewat saluran transmisi udara pada umumnya menggunakan kawat telanjang sehingga mengandalkan udara sebagai media isolasi antara kawat penghantar tersebut dengan benda sekelilingnya, dan untuk menyanggah / merentang kawat penghantar dengan ketinggian dan jarak yang aman bagi manusia dan lingkungan sekitarnya, kawat-kawat penghantar tersebut dipasang pada suatu konstruksi bangunan yang kokoh, yang biasa disebut menara / tower. Antara menara / tower listrik dan kawat penghantar disekat oleh isolator.

Thursday, May 19, 2011

Kapasitor Bank

Kapasitor Bank
KAPASITOR BANK adalah suatu peralatan tenaga listrik yang terdiri dari sekumpulan kapasitor dan berfungsi untuk memperbaiki factor daya (cos phi). Pemasangan kapasitor selalalu dipasang secara parallel. Cara pemasangan dan peletakkan kapasitor bank bisa dilakukan degan 3 cara :

Thursday, May 12, 2011

Pembangkit Listrik tenaga Gelombang Laut (PLTGL)

Gelombang Laut (Ombak)
Gelombang laut merupakan salah satu bentuk energi yang bisa dimanfaatkan dengan mengetahui tinggi gelombang, panjang gelombang, dan periode waktunya.
Ada 3 cara untuk menangkap energi gelombang, yaitu :

Geothermal Energy (PLT-Panas Bumi)


Geothermal Energy
Kekayaan alam Indonesia memang melimpah ruah, dari mulai sumber daya alam sampai sumber daya mineral semua tersedia. Sumber daya mineral yang melimpah di negara tercinta ini antara lain emas, tembaga, platina, nikel, timah, batu bara, migas, dan panas bumi. Untuk mengelola panas bumi (geothermal) Pertamina telah membentuk PT Pertamina Geothermal Energy, Desember 2006 yang lalu. Geothermal adalah salah satu kekayaan sumber daya mineral yang belum banyak dimanfaatkan. Salah satu sumber geothermal kita yang berpotensi besar tetapi belum dieksploitasi adalah yang ada di Sarulla, dekat Tarutung, Sumut. Sumber panas bumi Sarulla bahkan dikabarkan memiliki cadangan terbesar di dunia

Wednesday, May 11, 2011

Power Quality [Part 1]

Sesuai dengan posting sebelumnya mengenai pengenalan Power Quality, kita ketahui ada beberapa jenis gejala yang berhubungan dengan power Quailty. Kali ini akan kita bahas lebih lanjut mengenai gejala - Gejala tersebut.


1. TRANSIENTS
Gejala transien ini di klasifikasikan menjadi 2 jenis, impulsive transient dan oscillatory transient.
Impulsive transient merupakan gejala transien yang disebabkan oleh petir.












Tuesday, May 10, 2011

GANGGUAN PADA SISTEM TENAGA LISTRIK

Arc Flash. Salah satu bentuk Gangguan
Gangguan – Gangguan Pada Sistem Tenaga Listrik
Gangguan yang terjadi pada system tenaga listri sangat beragam besaran dan jenisnya. Gangguan dalam sistem tenaga listrik adalah keadaan tidak normal dimana keadaan ini dapat mengakibatkan terganggunya kontinuitas pelayanan tenaga listrik. Secara umum klasifikasi gangguan pada system tenaga listrik disebabkan oleh 2 faktor, yaitu:
1. Gangguan yang berasal dari system
2. Gangguan yang berasal dari luar system

Penyebab gangguan yang berasal dari dalam sistem antara lain :
1. Tegangan dan arus abnormal.
2. Pemasangan yang kurang baik.
3. Kesalahan mekanis karena proses penuaan
4. Beban lebih.
5. Kerusakan material seperti isolator pecah, kawat putus, atau kabel cacat isolasinya.

PLT-PL Otec (Ocean Thermal Energy Conversion) Part 2.

PROSPEK DAN PENGEMBANGAN OTEC

Ahli fisika Perancis Jaques Arsonval pada tahun 1881 sudah mengemukakan konsep konversi energi panas laut, atau KEPL (ocean thermal energy conversion, OTEC) sebagai salah satu penggunaan dari siklus Rankine. Salah seorang muridnya, yaitu Georges Claude, pada tahun 1930 telah membuat pusat listrik tenaga KEPL di Teluk Matanzas dekat Kuba. Pusat tenaga listrik ini dengan daya 22 KW hanya dapat bekerja selama dua minggu karena dihancurkan oleh sebuah angin topan sehingga pipa untuk masukan airnya rusak total. Proyek itu kemudian dihentikan. Pada tahun 1950an, perusahaan Perancis yakni Societe dâ Energie des Mers melanjutkan usaha itu dengan merancang sebuah pusat tenaga listrik di pantai dekat Abidjan, ibukota Pantai Gading (Ivory Coast). Pusat ini tidak jadi dibangun karena harga tenaga listrik yang  saat  itu  rendah  sekali  dan  nampaknya  energi  nuklirlah  yang  merupakan jawaban bagi masalah energi murah.

PLT-PL Otec (Ocean Thermal Energy Conversion) Part 1.

PLT-PL atau OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion) adalah pembangkit listrik yang memanfaatkan perbedaan suhu di laut yang dalam dan  di laut yang dangkal yang digunakan untuk menggerakan mesin (generator).  Dan generator pada OTEC memiliki prinsip “ semakin besar perbedaan suhu di antara laut yang dalam dengan laut yang dangkal maka energi listrik yang dihasilkan akan semakin besar pula.”  Perbedaan suhu anatara laut dangkan dengan laut dalam, masing masing memiliki reservoir ( reservoir laut dangkal dan reservoir laut dalam). Perbedaan suhu dari kedua reservoir ini akan menyebabkan aliran kalor yang dapat melakukan usaha.Hal ini memiliki prinsip yang sama seperti turbin uap dan mesin pembakaran,juga lemari es yang melawan aliran kalor alami dengan “menghabiskan” energi. Sama seperti energi kalor dari pembakaran bahan bakar, OTEC menggunakan perbedaan suhu oleh penyinaran matahari pada permukaan laut sebagai bahan bakarnya.
Skema OTEC